Kamis, 01 Juli 2010

JANGAN ADA HATI MENYIMPAN DUSTA

Pernakah ada dusta diantara kita? Apabila pernah. Mengapa hal itu bisa terjadi? Apakah kita dilahirkan untuk berdusta?
Dusta dan manusia adalah dua variable yang saling membutuhkan. Dusta membutuhkan manusia untuk tetap eksis dan stand by in the world. Manusia membutuhkan dusta untuk menyelamatkan dirinya dari berbagai jeratan yang sekian sering dibuatnya sendiri. Jika demikian, secara tidak seimbang dapat dikatakan”dusta adalah manusia dan manusia adalah dusta”
Mengapa manusia gemar berdusta?
Manusia melakukan dusta untuk membentengi diri, agar tidak diketahui tabiat aslinya. Berdusta adalah upaya pembenaran diri sendiri. Dusta itu dilakukan oleh orang pertama dalam pembicaraan dengan orang kedua, tentang orang ketiga. Contoh, si A berbicara sesuatu yang buruk tentang si C kepada si B. Bertarti yang berdusta adalah si A dan yang didustai adalah si C.
Siapa yang didustai?
Secara dangkal orang melihat dusta itu dilakukan seorang kepada seorang lain tentang orang lain lagi (orang ketiga) dalam hal ini yang didustai adalah orang ketiga. Dusta adalah upaya pembohongan dan penipuan diri. Secara mendalam dapat mengerti bahwa orang yang berdusta adalah orang yang bukan saja membohongi orang lain tetapi juga membohongi dirinya sendiri. Jika demikian halnya, maka siapakah saya untuk diri saya? Saya adalah orang yang tidak begitu berarti bagi diri sendiri apalagi bagi orang lain.
Siapakah pendusta….?
Orang yang berdusta adalah orang yang lemah yang tidak berani menilai siapakah ia sebenarnya. Oleh sebab itu, segala ketidakberesan dilimpahkan kepada orang lain. Orang yang berdusta adalah orang tidak mau berubah, ia membangun tembok kuat nan kokoh untuk mengahalau berbagai kritikan dan saran yang membangun.
Apa itu dusta….?
Dusta terjadi dalam omongan. Dusta berarti menyampaikan suatu informasi kepada orang lain tentang sesuatu yang tidak benar. Tidak salah jika Amry Palu (seorang penyanyi) mengatakan bahwa dusta atau fitnah lebih kejam dari membunuh. Sebab dusta akan menyakitkan seumur hidup. Ini berarti jika seseorang berbicara sesuatu dan apa yang dibicarakan itu benar, bukan dusta. Dusta mengandaikan sebuah persaingan yang tidak sehat. Orang yang tdak mampu bersaing tentu akan melakukan dusta. Maka dusta adalah ungkapan kelemahan seseorang.
Broery Marantika dan Dewi Yul melantunkan sebuah lagu berjudul “jangan ada dusta di antara kita”. Inilah ungkapan kesetiaan, kerja sama, kekompakan, rasa saling percaya. Intinya ingin membangun sebuah kehidupan yang bahagia. Saya mengungkapkan apa adanya tentang anda dan itu harus diterima, inilah sebuah kejujuran bukan dusta. Semua ini berujung pada upaya pembaharuan hidup. Sebab saya tidak tahu apa yang saya tidak tahu, setelah saya tahu apa yang saya tidak tahu maka tahulah saya tentang apa yang saya tidak tahu. Dan ini saya dapat dari orang lain, karena kejujuran mereka dan keterbukaan saya.
Jika demikian halnya, maka kita sepakat dan ingin memulai hidup baru dengan berlandaskan pada

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Neneku guruku